Seperti Orangtua Sendiri
Gusnanto, Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Pada dasarnya tugas utama seorang guru yaitu mengajar dan mendidik.
Sebagai pengajar, guru merupakan fasilitator bagi siswa dalam mengkaji ilmu
pengetahuan. Sedangkan sebagai pendidik, guru adalah medium yang mengajarkan
nilai-nilai kebaikan kepada siswa. Sesuai filosofi namanya, guru menjadi pihak
yang digugu dan ditiru. Mereka adalah panutan siswa di luar lingkungan keluarga.
Dan guru yang asyik menurut saya yaitu mereka yang mengajarnya tidak
monoton. Contohnya, dulu ketika SMA di sekolah saya ada guru kebetulan beliau adalah
guru Sejarah. Sebagian siswa menganggap Sejarah adalah pelajaran yang membosankan.
Namun, di tangan beliau sejarah menjadi pelajaran yang menarik. Saat
menyampaikan materi beliau sering melucu sehingga kami menjadi senang dan enjoy belajar sejarah.
Selain itu, yang terpenting, guru yang asyik itu saat kita merasa mereka seperti
orangtua sendiri. Mereka tidak membeda-bedakan siswanya, tapi berlaku sama
kepada setiap siswa. Mereka juga mau mendengar masalah dan keluh kesah kita
serta bersedia membantu menyelesaikannya. Mereka selalu memotivasi dan
mengarahkan siswa merancang masa depannya. Misalnya, dengan membimbing siswa
memilih jurusan kuliah di perguruan tinggi atau mengarahkan cita-cita lainnya.
Bila sudah memosisikan dirinya sebagai orangtua bagi siswa, guru akan
memiliki kepribadian yang sabar dan luwes dalam mengajar. Tegas namun
penyayang, juga hangat dalam bergaul dengan siswa. Sehingga para siswa akan
bersemangat meraih prestasi belajar.***
Komentar
Posting Komentar