Pemerintah telah resmi mengintensifkan Kegiatan Kepramukaan sebagai alat pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Hal tersebut ditandai dengan dijadikannya Gerakan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah. Selain itu, sistem pelatihan kepramukaan juga kian dimantapkan dan disinkronkan dengan Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Langkah pemerintah di atas patut kita apresiasi. Menjadikan Pramuka sebagai alat pendidikan karakter dianggap relevan karena Pramuka telah terbukti memberikan kemanfaatan pada pembentukan watak dan karakter unggul generasi muda. Pendidikan kepramukaan dianggap mampu menjadi formula alternatif di tengah kegalauan kita akan fenomena kemunduran karakter yang dialami generasi " zaman now " dewasa ini. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dan Kemenpora bersama Kwarnas Gerakan Pramuka perlu terus bergandengan tangan untuk menyukseskan program tersebut. Gerakan Pramuka sendiri seperti tercantum dalam ...
Oleh: GUSNANTO "Siapakah kini pelipur lara/Nan setia dan perwira/Siapakah kini pahlawan hati/Pembela bangsa sejati" (Gugur Bunga di Taman Bakti, Ismail Marzuki). Peringatan Hari Pahlawan 10 November lalu, mengingatkan kembali kepada kita tentang pentingnya meneladan laku kepahlawanan seorang pejuang sejati sebagaimana yang ditunjukkan para patriot kemerdekaan bangsa tempo dulu. Pesan moral ini terasa relevan di tengah kondisi bangsa Indonesia dewasa ini yang seolah sedang mengalami defisit figur negarawan sejati. Diskursus ini muncul tatkala kita menyaksikan betapa banyak elite negeri yang terjebak pragmatisme politik jangka pendek. Elite negeri hanya melihat segala sesuatu dari sudut pandang kepentingan masing-masing pribadi ataupun kelompok. Politik transaksional semakin merajalela berkelindan dengan kekuasaan. Jabatan yang merupakan mandat kekuasaan dari rakyat diperjualbelikan seenaknya. Maka, tak heran bila berita penyidik KPK "menyambangi tiba-ti...